• Ahmad Wahid

Belanja Konsumen Berubah, Sponsor di Olahraga Jadi Peluang Baru

Pandemi coronavirus telah membuat sektor belanja sponsor tradisional mengalami penurunan. Sektor-sektor yang sebelumnya dianggap sebagai zona emas, seperti maskapai penerbangan, restoran cepat saji, produsen otomotif, pakaian olahraga, dan hotel, justru tertunduk lesu.

sumber: lfootball.it


Beberapa sponsor berusaha mencari bantuan, atau bahkan memilih mengakhiri kesepakatan. Misalnya bisnis properti yang harus mencari opsi bisnis baru di tempat lain dengan harapan bisa untuk sekadar bertahan hidup.


Meskipun begitu, tidak semua sektor bisnis terpukul. Dengan mengamati pergerakan belanja, dan waktu yang dihabiskan para konsumen, ada beberapa sektor yang justru mengalami peningkatan.


Menurut 1010DATA, pada saat belanja konsumen turun 12,3 persen di semua sektor dibanding tahun lalu, ada beberapa kategori yang tumbuh subur selama periode Mei-Juni 2020 berdasar data penggunaan kartu kredit/debit, yakni:


Pengiriman barang (6 Mei 401,4 persen; 25 Juni 271,2 persen)

Pengiriman makanan (6 Mei 78,7 persen; 25 Juni 83,8persen)

Paket Makanan/Makanan Ringan (6 Mei 33,1 persen; 25 Juni 43,5 persen)

Toko grosir (3 Mei 9,9 persen; 25 Juni 8,2 persen)

Perlengkapan Kantor (3 Mei 12,3 persen; 25 Juni 7 persen)


Selain lima kategori di atas, ada beberapa kategori lain yang sama-sama mengalami peningkatan pasar, diantaranya:


Klub Grosir (lebih dari 20 persen)

Kotak Besar (lebih dari 10 persen)

Apotek (2-10 persen)

Toko Kebutuhan Hewan Peliharaan (~ 5 persen)


Menariknya, laporan tersebut menjelaskan jika konsumen ternyata tidak selalu mengunjungi situs merek tertentu, tetapi mereka lebih sering memeriksa situs web olahraga.


Giulia Zecchini, Pengamat Bisnis Komersial di Formula 1, melakukan survei kepada lebih dari 2.000 responden untuk mengetahui apa yang telah mereka lakukan di waktu luangnya. Hasilnya, mayoritas mendedikasikan waktunya untuk menonton pertandingan F1 dan Premier League Inggris.


Pada saat aktivitas di gym dihentikan, aktivitas luar ruangan menjamur. Alhasil, saham Garmin (GRMN) melonjak dari sekitar 63 dolar AS per saham pada awal April menjadi lebih dari 100 dolar AS pada Juli 2020. Hal yang sama terjadi pada Lululemon (LULU) yang mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat.


Melihat fenomena ini, calon sponsor sebaiknya mulai meninjau ulang strategi bisnis mereka. Di masa depan, sponsor olahraga bisa jadi peluang baru yang bisa dimaksimalkan. Properti olahraga dan atlet yang bekerja sama dengan brand dapat secara otentik menghubungkan mereka dengan penggemar untuk melanjutkan laju peningkatan brand itu.

4 views0 comments

Jakarta, Indonesia

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube

©2020 | LUARENA by Sandwich Tuna Production