• Ahmad Wahid

Dampak pandemi COVID-19, MLS pangkas 20 persen karyawannya


Kantor MLS (Ari Burling)

- Major League Soccer melakukan PHK pada 20 persen karyawannya

- Komisaris MLS dan wakilnya setuju dipotong gajinya sebesar 25 persen

- Akibat pandemi COVID-19, sebagian besar laga kompetisi MLS digelar tanpa penonton

- MLS diperkirakan kehilangan pendapatan 1 miliar dolar AS musim ini


Major League Soccer pada Kamis (19/11) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20 persen karyawan purnawaktu (full-time) yang bekerja di kantor pusat mereka di New York City akibat dampak finansial dari pandemi coronavirus pada olahraga yang terus berlanjut, kata berbagai sumber kepada Yahoo Sports.


Kabar tentang PHK tersebut pertama kali mencuat dari cuitan Jonathan Tannenwald dari Philadelphia Inquirer di Twitter. Salah satu sumber yang mengetahui detail pemangkasan itu mengatakan bahwa "hampir 70 posisi" telah dihapus, termasuk lowongan pekerjaan. Sumber tersebut tidak mengatakan secara persis berapa banyak orang yang di-PHK, tetapi MLS hanya mencantumkan lima pekerjaan terbuka di situs webnya pada Kamis sore. Sekitar 300 orang bekerja di kantor MLS itu sebelum pemangkasan dilakukan.


MLS membekukan perekrutan karyawan baru pada April, beberapa pekan setelah menangguhkan musim kompetisi ke-25 tahun karena krisis kesehatan, dan sebagian besar karyawannya setuju dipotong gajinya. Komisaris MLS Don Garber dan wakilnya Mark Abbott dan Gary Stevenson dipotong sebesar 25 persen, sementara manajer dan sebagian besar staf MLS lainnya mengalami pemotongan gaji bervariasi antara 10 dan 20 persen. Pemotongan gaji itu akan terus berlanjut, kata sumber yang sama.


MLS kembali digelar pada Juli lalu dan menuntaskan musim regulernya pada awal bulan ini, sebagian besar laga digelar tanpa kehadiran penonton. Playoff Piala MLS 2020 dimulai pada Jumat (20/11).


Pandemi COVID-19 menjadi malapetaka bagi seluruh industri olahraga dan hiburan, setelah pertemuan besar dilarang di sebagian besar wilayah yurisdiksi di Amerika Serikat, Kanada, dan di seluruh dunia. Pelarangan itu membuat MLS terkena dampak sangat parah secara finansial, lebih parah dari kompetisi olahraga Amerika Utara yang lebih tua dan lebih mapan seperti NFL, NBA dan Major League Baseball, yang menghasilkan sebagian besar pendapatan mereka melalui kesepakatan hak media bernilai miliaran dolar.


Sementara itu, MLS menghasilkan sebagian besar uangnya dari pendapatan pertandingan, yang terhenti akibat ketiadaan penonton di stadion. Pada 2019, rata-rata penonton MLS lebih dari 21.000 penggemar per pertandingan. Pada Juni, Garber mengatakan bahwa MLS diperkirakan akan kehilangan pendapatan 1 miliar dolar AS tahun ini.


Tidak hanya MLS, NBA juga memberhentikan sekitar 100 karyawannya pada akhir Juni, menyusul NFL yang memberhentikan sementara beberapa stafnya. Beberapa hari sebelum kabar pemangkasan karyawan di kantor MLS, kampiun World Series 2020 MLB Los Angeles Dodgers dan juara Stanley Cup NHL Tampa Bay Lightning mengumumkan PHK di klub mereka.


Beberapa klub sepak bola papan atas Eropa juga melepas sejumlah karyawan mereka, sebagai akibat dari dampak ekonomi pandemi yang menghancurkan.

2 views0 comments
 

Jakarta, Indonesia

  • Facebook
  • Instagram

©2020 | LUARENA by Sandwich Tuna Production