• Ahmad Wahid

Jelang gantung raket, Federer rintis bisnis sneaker

Updated: Jan 30

Roger Federer sadar bahwa tidak selamanya menggantungkan hidup dari karier sebagai petenis. Sebagai atlet profesional veteran dengan pendapatan sponsor sebesar 86 juta dolar AS (setara Rp1,2 triliun) tahun ini, Federer sangat paham dengan bagaimana cara kerja industri olahraga. Ada masanya menikmati masa puncak dan menjadi bintang iklan, dan ada masanya memudar sehingga harus memberi jalan bagi bintang muda yang naik daun.


Photo Credit: COMPLEX


"Menjelang akhir karier Anda, Anda memudar. Atau mungkin kesuksesanmu memudar dan kemitraan juga berakhir. Atau mungkin sponsor Anda berkurang, yang berarti penghasilan juga berkurang, dan akhirnya Anda pensiun. Dan itu bagus untuk melanjutkan hidup," kata Federer.


Nah, demi melanjutkan hidup setelah gantung raket nanti, Federer mulai merambah bisnis dengan menjadi investor di perusahaan sepatu dan merilis sneaker sendiri. Ya, pemegang rekor 20 kali juara Grand Slam itu bersama produsen sepatu lari Swiss 'On' meluncurkan brand "The Roger" dengan Roger Center Court 0-Series sebagai produk yang kali pertama dirilis.


Roger Center Court 0-Series merupakan sneaker edisi terbatas yang hanya diproduksi sebanyak 1.000 pasang dan dirilis bersamaan dengan pertama kali dia meraih gelar juara Wimbledon 17 tahun lalu. Hebatnya, meski dibandrol 200 poundsterling (setara Rp3,6 juta) per pasang, sneaker itu laku keras lewat penjualan daring (online).


Pada November 2019, Federer resmi mengumumkan kolaborasi dan menginvestasikan dananya ke brand On. Namun, kolaborasi itu bukan tiba-tiba terjadi. Ketika kontrak kerja sama dengan Nike berakhir dan dia menandatangani kesepakatan senilai 300 juta dolar AS (setara Rp4,3 triliun) dengan durasi 10 tahun dengan Uniqlo pada 2018, dia mulai mendiskusikan kemungkinan kolaborasi dengan On, sebuah merek yang populer di Swiss. Merek ini sudah dipakai oleh istri juga teman-temannya dan semakin berkembang sejak semakin menguntungkan pada 2014.


Federer pertama kali bertemu pendiri label On dua tahun lalu, dia tertarik oleh komitmen brand itu terhadap inovasi sepatu performa. Sang petenis legendaris itu penasaran dengan bagaimana On bisa mendapat tempat di dunia fesyen.


Bintang asal Swiss itu mengaku menyukai kenyamanan dan keringanan sepatu On, berkat teknologi CloudTec yang menawarkan pengalaman sepatu lari kelas atas. Setelah dua tahun membuat konsep dan prototipe, keduanya bekerja sama dan membuahkan hasil yaitu "The Roger", sepatu yang terinspirasi oleh sepatu tenis tahun 70-an.



The Roger adalah warisan budaya Swiss yang dibuat dengan memasukkan desain gaya hidup dengan teknologi kenyamanan performa.


"Desain minimalis dan kenyamanan sepatu On yang mudah membuat saya ketagihan bertahun-tahun yang lalu," kata Federer. "Saya ingin menyematkan pada sneaker tenis dengan keringanan, kenyamanan, dan kelincahan yang sama untuk setiap hari."


"Saya suka bekerja dengan tim desain On, menggunakan pengetahuan saya tentang sepatu performa dan minat pribadi dalam fesyen untuk berkontribusi pada pengembangan produk," kata Federer, yang rumahnya berjarak 20 menit berkendara dari kantor pusat On.


Photo Credit: COMPLEX


On berdiri 10 tahun lalu dan telah berkembang hingga termasuk membuka kantor di Portland, Berlin, Yokohama, dan Shanghai. Produk-produknya kini berada di lebih dari 6.000 retailer di 55 negara. Menurut On, mereka bahkan harus membuat lini produksi baru di Vietnam yang didedikasikan hanya untuk The Roger.

Sumber : COMPLEX

7 views0 comments