• Ahmad Wahid

LeBron James Rintis Platform Media untuk Warga Kulit Berwarna

Updated: Jan 30

Bintang basket LA Lakers LeBron James dan partner bisnis lamanya, Maverick Carter, berhasil mengumpulkan dana investasi sebanyak 100 juta dolar AS untuk membentuk sebuah perusahaan media baru yang dinamai SpringHill Co. dengan mengusung misi berani dan tanpa basa-basi. SpringHill diambil dari nama kompleks apartemen Akron di mana James dan ibunya pindah ketika dia di kelas enam.


Media tersebut akan membuat dan mendistribusi semua jenis konten yang akan memberikan kesempatan bersuara kepada pembuat konten (content creator) dan konsumen yang selama ini telah menjadi korban, diabaikan, atau tidak terlayani.


(Dari kiri) Maverick Carter dan LeBron James. Photo Credit: Bloomberg.com (PHOTOGRAPHER: Ike Edeani/Bloomberg Businessweek)


Perusahaan media baru ini menggabungkan Robot Co, agen pemasaran, dengan dua entitas bisnis lainnya. Pertama, SpringHill Entertainment, yang berada di belakang The Wall, sebuah game show di NBC, dan film Space Jam: A New Legacy, yang dibintangi James dan dijadwalkan akan dirilis tahun depan. Kedua, Uninterrupted LLC, yang merupakan rumah produksi The Shop: Uninterrupted, sebuah acara talk show HBO yang menampilkan James, Carter, dan selebritas kulit hitam papan atas lainnya.


James dan Carter menyebut SpringHill sebagai sebuah platform untuk memberi orang-orang kulit berwarna kontrol kreatif yang telah lama mengabaikan mereka. Menurut Carter, perusahaan itu menggabungkan kekuatan mendongeng ala Disney, keren seperti Nike, dan punya dampak sosial kuat layaknya Patagonia.


"Ini pada akhirnya adalah sebuah perusahaan yang tentang sudut pandang, komunitas yang Anda layani, dan pemberdayaan. Inilah perusahaan yang dirancang untuk menggerakkan budaya," kata bankir investasi Paul Wachter, yang membantu menyatukan berbagai proyek itu.


CEO SpringHill Devin Johnson, mengatakan bahwa keberagaman dibangun di dalam perusahaan itu, seraya menyatakan bahwa karyawannya adalah 64% orang kulit berwarna dan 40% wanita.


Sumber: Bloomberg

5 views0 comments